Perhutanan Sosial Boalemo Didorong Jadi Sentra Usaha Ternak, KPH V Gandeng Balai Perbibitan
BOALEMO — Kawasan Perhutanan Sosial di Kabupaten Boalemo terus didorong menjadi sumber penghidupan produktif bagi masyarakat. Tak hanya menjaga kelestarian hutan, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang usaha peternakan yang mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Boalemo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, bersama UPTD Balai Perbibitan Ternak, Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo.
Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui pendampingan kepada kelompok masyarakat pemegang izin Perhutanan Sosial, termasuk dukungan bibit ayam Day Old Chick (DOC) serta perencanaan pemanfaatan lahan untuk penggembalaan ternak sapi dan kambing.
Kepala UPTD KPH Wilayah V Boalemo, Supriatna, mengatakan, pengembangan usaha peternakan di kawasan Perhutanan Sosial merupakan salah satu peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui penerapan sistem agrosilvopastura, yakni integrasi kehutanan, pertanian, dan peternakan.
Menurutnya, potensi lahan dan sumber pakan alami di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat, dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan fungsi kelestarian hutan.
“Kawasan Perhutanan Sosial memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk usaha produktif masyarakat. Kolaborasi bersama UPTD Balai Perbibitan Ternak ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa kawasan hutan dapat dikelola secara produktif tanpa mengabaikan fungsi kelestariannya,” ujar Supriatna.
Selain dukungan bibit ayam DOC untuk menunjang usaha peternakan skala rumah tangga maupun kelompok, tim teknis gabungan juga melakukan pemetaan dan perencanaan tata ruang lokasi penggembalaan ternak. Langkah ini bertujuan agar pemanfaatan lahan berlangsung lebih terarah, aman, dan tidak menimbulkan degradasi kawasan hutan.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Perbibitan Ternak Provinsi Gorontalo, Kahar Gani, bersama Kepala Seksi Nonteknis Nonruminansia, Jepri Syam Mashyur, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan peternakan masyarakat melalui pemberian bibit ayam DOC serta mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat pemegang izin Perhutanan Sosial memiliki peluang untuk mengembangkan sumber pendapatan baru tanpa mengesampingkan tanggung jawab menjaga hutan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong Perhutanan Sosial menjadi model pengelolaan hutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, ketahanan pangan, maupun pelestarian lingkungan.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.