Polhut DLHK, Manggala Agni, dan GM Bersinergi Kendalikan Kebakaran Hutan di Tulabolo Timur
BONE BOLANGO – Personel Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo bersama Manggala Agni serta pihak perusahaan Gorontalo Mineral (GM) bersinergi melakukan pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (20/10/2026).
Tim gabungan yang berjumlah 30 orang tersebut terdiri atas 10 personel Polhut DLHK Provinsi Gorontalo, 5 personel Manggala Agni, dan 15 personel dari pihak perusahaan. Mereka melakukan pengecekan serta penanganan kebakaran di sejumlah titik, yakni Bor 18, dan Bor 19.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan berupaya mengendalikan titik api, memadamkan area yang terbakar, serta memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala serius. Kondisi medan yang terjal dan curam, ketiadaan sumber air, serta tingginya kawasan pegunungan menjadi tantangan bagi personel di lapangan. Selain itu, banyaknya pohon tumbang dan bebatuan yang berpotensi jatuh atau menggelinding menuruni lereng turut meningkatkan risiko keselamatan selama proses pemadaman.
Di tengah keterbatasan tersebut, tim melakukan pemadaman secara manual menggunakan ranting dan dedaunan yang masih hijau untuk memukul serta mengendalikan api. Personel juga membuat sekat bakar sebagai upaya menghambat penjalaran api ke area yang belum terbakar.

Foto: Proses pemadaman api oleh tim gabungan
Kegiatan pengendalian dan pemadaman dimulai sejak pagi menjelang siang dan berakhir sekitar pukul 17.10 WITA.
Berdasarkan pemantauan yang disampaikan di lapangan, terdeteksi sebanyak 21 titik panas (hotspot) di wilayah operasional Gorontalo Mineral melalui citra satelit. Sejumlah titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, sementara pemantauan dan upaya pengendalian tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan.
Polisi Kehutanan DLHK Provinsi Gorontalo, Kahar Laiya, menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan unsur terkait merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau.
Menurutnya, kebakaran hutan ataupun lahan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Sinergi lintas pihak ini diharapkan terus diperkuat melalui peningkatan kewaspadaan, kesiapsiagaan personel, koordinasi yang efektif, serta pemantauan secara berkala terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pengendalian karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Melalui langkah pencegahan dan penanganan yang terpadu, risiko meluasnya kebakaran diharapkan dapat ditekan sehingga kelestarian hutan, keselamatan masyarakat, dan kualitas lingkungan tetap terjaga.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.