Hadapi Musim Kemarau, KPH V Boalemo Perkuat Pemeliharaan Bibit FAPE-PS

T
Tim Redaksi
26 September 2026 • 4 min baca • 10x dilihat
Hadapi Musim Kemarau, KPH V Boalemo Perkuat Pemeliharaan Bibit FAPE-PS

BOALEMO— Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Boalemo memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan bibit kegiatan Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi (FAPE) Perhutanan Sosial (PS) di persemaian, menyusul kondisi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air dan pertumbuhan bibit.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan fokus pada pemeliharaan bibit agar tetap hidup, sehat, dan tumbuh dengan baik hingga memasuki waktu penanaman.

Kepala KPH Wilayah V Boalemo, Supriatna, mengatakan pemeliharaan bibit menjadi perhatian penting dalam menghadapi musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan keterbatasan air dapat meningkatkan risiko bibit mengalami kekeringan apabila tidak mendapatkan perawatan secara optimal.

“Pada musim kemarau, bibit membutuhkan perhatian dan pemeliharaan yang lebih intensif. Karena itu, kami melakukan pendampingan kepada KTH agar pemeliharaan dapat dilakukan secara rutin, terutama dalam memenuhi kebutuhan air dan memberikan perlindungan terhadap bibit dari paparan sinar matahari secara langsung,” ujar Supriatna.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah penyiraman bibit sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore. Penyiraman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman sekaligus menjaga kelembapan media tanam.

Selain penyiraman, KPH Wilayah V Boalemo juga mengarahkan KTH untuk memberikan perlindungan berupa naungan dengan memanfaatkan daun kelapa maupun paranet. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung sehingga bibit dapat terhindar dari stres akibat suhu tinggi.

Dalam mendukung pemeliharaan bibit, penggunaan bahan pembenah dan pendukung pertumbuhan tanaman juga dapat menjadi salah satu pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan serta ketersediaan sumber daya lokal. Salah satunya melalui pemanfaatan pupuk organik yang dikombinasikan dengan hidrogel.

Berdasarkan hasil penelitian pada tanaman mimba, pemanfaatan pupuk organik maupun kombinasi pupuk organik dan hidrogel diketahui mampu meningkatkan kemampuan hidup dan pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan diameter dan tinggi mimba masing-masing dapat meningkat hingga sekitar 1,2 kali dan 1,3 kali dibandingkan perlakuan kontrol. Sementara itu, tingkat kemampuan hidup mimba dengan pemanfaatan pupuk organik dan hidrogel dapat mencapai lebih dari 70 persen.

Peningkatan tersebut didukung oleh perbaikan kualitas tanah sebagai dampak dari pemanfaatan pupuk organik dan hidrogel. Perbaikan tersebut antara lain berupa peningkatan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), kandungan C-organik, kapasitas tukar kation (KTK), mikroorganisme tanah, serta kadar lengas atau kelembapan tanah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan pupuk organik dan hidrogel berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam mendukung kemampuan hidup dan pertumbuhan tanaman, khususnya pada kondisi lahan yang menghadapi keterbatasan air. Namun, penerapannya di lapangan tetap perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi lahan, serta ketersediaan bahan dan sumber daya lokal.

Implementasi hasil penelitian untuk kegiatan rehabilitasi lahan kritis berbasis mimba juga perlu mempertimbangkan kondisi lapangan. Penelitian tersebut dilaksanakan pada skala plot percobaan, sehingga penerapan pada skala lapangan yang lebih luas masih memerlukan kajian lanjutan untuk menentukan berbagai faktor penyesuaian yang diperlukan.

Menurut Supriatna, keberhasilan pemeliharaan bibit tidak hanya bergantung pada pendampingan petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif KTH dalam melakukan perawatan secara konsisten.

“Kami juga memberikan edukasi kepada KTH agar bibit yang sudah diberikan tetap dipelihara dengan baik sampai waktu penanaman tiba. Bibit yang sehat dan terawat akan menjadi modal penting untuk mendukung keberhasilan penanaman di lapangan,” jelasnya.

Langkah mitigasi tersebut bertujuan menjaga bibit agar tetap hidup dan tumbuh dengan baik meskipun berada dalam kondisi kekurangan air. Pemeliharaan yang dilakukan secara tepat juga diharapkan dapat menekan risiko bibit mengalami layu, terserang hama, maupun mengalami kematian selama musim kemarau.

Pemeliharaan yang optimal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun secara baik. Dengan kondisi bibit yang sehat dan kuat, bibit akan lebih siap untuk dipindahkan maupun ditanam di lahan ketika waktu penanaman tiba.

KPH Wilayah V Boalemo juga terus mendorong KTH agar pemeliharaan dilakukan secara efektif dan berkelanjutan. Edukasi dan pendampingan diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga bibit sejak berada di persemaian hingga tahap penanaman.

Supriatna berharap seluruh bibit yang saat ini berada di persemaian dapat bertahan selama musim kemarau dan terus tumbuh dalam kondisi yang sehat.

“Kita berharap tingkat kematian bibit dapat ditekan seminimal mungkin. Dengan pemeliharaan yang baik, bibit dapat bertahan menghadapi musim kemarau, tumbuh sehat, dan nantinya siap ditanam di lahan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, KPH Wilayah V Boalemo berkomitmen memastikan pemeliharaan bibit dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keberlangsungan bibit sehingga dapat mendukung kegiatan penanaman serta memberikan manfaat bagi kelestarian hutan dan lingkungan.

Kata Kunci: #GorontaloMajuDanSejahtera #Gorontalo #Salamlestari

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.