KPH VII Bone Bolango Pastikan Gubuk Kerja dan Kelompok RHL Siap, Antisipasi Curah Hujan
BONE BOLANGO – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VII Bone Bolango terus mematangkan kesiapan pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan kesiapan lokasi dan sarana pendukung kegiatan, termasuk pembangunan gubuk kerja serta kesiapan kelompok pelaksana di lapangan.
Hal tersebut dilakukan melalui monitoring kegiatan RHL di Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (1/10/2026).
Kepala KPH Wilayah VII Bone Bolango dan Gorontalo Kota, Mohammad Duka, bersama tim turun langsung melakukan pengecekan lokasi pembangunan gubuk kerja. Pemeriksaan meliputi kesiapan lokasi, bahan baku pembangunan gubuk, serta ketersediaan sumber air yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan RHL.
Menurut Mohammad Duka, keberadaan gubuk kerja tidak hanya dipandang sebagai sarana pendukung, tetapi harus benar-benar dipastikan siap digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas kelompok selama pelaksanaan kegiatan RHL.
“Gubuk kerja ini harus dipastikan kesiapan dan fungsinya, karena nantinya akan menjadi salah satu fasilitas pendukung kelompok dalam melaksanakan kegiatan di lapangan,” ujarnya.
Selain sarana fisik, monitoring juga diarahkan untuk memastikan kesiapan kelompok pelaksana. Kesiapan tersebut menjadi penting mengingat pelaksanaan kegiatan RHL sangat berkaitan dengan kondisi cuaca, khususnya ketersediaan curah hujan yang mendukung kegiatan penanaman.
KPH VII ingin memastikan ketika curah hujan mulai tersedia dan kondisi lapangan memungkinkan, kelompok tidak lagi disibukkan dengan persiapan dasar. Dengan demikian, kegiatan RHL dapat segera dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Kita ingin ketika hujan sudah ada, kelompok sudah siap. Jangan sampai curah hujan sudah turun, tetapi persiapan di lapangan belum selesai. Karena itu, dari sekarang kita pastikan gubuk, bahan, air, maupun kesiapan kelompok benar-benar sudah tersedia,” jelasnya.
Kesiapan tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan momentum curah hujan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan penanaman agar tanaman yang ditanam memiliki dukungan air yang memadai pada fase awal pertumbuhan.
Melalui monitoring secara langsung, KPH VII Bone Bolango juga dapat mengidentifikasi lebih awal berbagai kebutuhan dan kendala yang masih ditemukan di lapangan. Hasil pengecekan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk memastikan seluruh komponen kegiatan RHL dapat berjalan sesuai rencana.
KPH VII Bone Bolango menegaskan bahwa kesiapan sejak awal merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan RHL Tahun 2026. Tidak hanya memastikan pekerjaan fisik dan sarana pendukung tersedia, tetapi juga memastikan kelompok pelaksana benar-benar siap bergerak sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara efektif ketika kondisi alam telah mendukung.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, KPH berharap pelaksanaan RHL di wilayah Bone Pantai dapat berjalan tepat waktu, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi pemulihan serta peningkatan kualitas hutan dan lahan.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.