Musim Kemarau Berlangsung, DLHK Gorontalo Pantau Kualitas Udara melalui AQMS
GORONTALO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo terus memantau kondisi kualitas udara ambien di Kota Gorontalo melalui Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di Taman Kota depan Telkom.
Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Kota Gorontalo secara umum masih relatif baik dan belum berada pada kondisi pencemaran yang kritis. Meski demikian, salah satu parameter yang perlu mendapat perhatian adalah partikulat halus atau PM2.5, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Berdasarkan analisis data AQMS, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 11,49 µg/m³ dan pada tampilan AQMS masuk dalam kategori Sedang (Moderate). Sementara itu, parameter lainnya menunjukkan kondisi baik, yakni PM10 sebesar 4,06 µg/m³, O₃ sebesar 34,94 µg/m³, CO sebesar 100 µg/m³, dan NO₂ sebesar 1 µg/m³.
Kepala DLHK Provinsi Gorontalo melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Alim Katili, menjelaskan bahwa hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi kualitas udara, khususnya pada periode musim kemarau.
“Secara umum, kualitas udara masih relatif terkendali. Namun, PM2.5 perlu menjadi perhatian karena partikulat halus ini berpotensi meningkat ketika kondisi kemarau berlangsung, terutama akibat debu, emisi kendaraan, pembakaran terbuka, maupun kebakaran vegetasi dan lahan,” ujar Alim, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama karena musim kemarau dapat meningkatkan akumulasi partikulat di udara. Permukaan tanah dan jalan yang kering berpotensi meningkatkan resuspensi debu, sementara minimnya hujan mengurangi proses alami atmosfer dalam membersihkan polutan.
AQMS merupakan sistem pemantauan kualitas udara yang digunakan untuk memantau kondisi udara ambien secara otomatis dan berkelanjutan melalui sejumlah parameter pencemar, antara lain PM2.5, PM10, SO₂, NO₂, CO, dan O₃.
Alim mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, belum terdapat parameter yang menunjukkan kondisi kritis atau tidak sehat. PM10, O₃, CO dan NO₂ masih berada pada kondisi baik, sehingga kualitas udara ambien pada saat pengukuran masih relatif terkendali.
Meski demikian, perhatian terhadap PM2.5 tetap diperlukan. Dalam hasil analisis, konsentrasi PM2.5 sebesar 11,49 µg/m³ merupakan rata-rata 24 jam dan secara umum masih relatif rendah, meskipun pada tampilan AQMS dikategorikan Sedang (Moderate).
Jika dibandingkan dengan baku mutu nasional yang dirujuk dalam analisis, konsentrasi PM2.5 untuk jangka waktu 24 jam memiliki ambang batas 55 µg/m³, sedangkan standar tahunan sebesar 15 µg/m³. Sementara itu, standar WHO 2021 menetapkan batas yang lebih ketat, yakni 15 µg/m³ untuk paparan 24 jam dan 5 µg/m³ untuk rata-rata tahunan.
Karena itu, DLHK Provinsi Gorontalo mendorong kewaspadaan terhadap sumber-sumber pencemar yang dapat meningkatkan konsentrasi partikulat selama musim kemarau. Pengawasan perlu diperkuat terhadap pembakaran sampah secara terbuka, debu jalan, kegiatan konstruksi, serta sumber emisi bergerak.
“Yang perlu dilakukan adalah mencegah sumber pencemar yang bisa dikendalikan. Masyarakat dapat berperan dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka dan ikut menjaga lingkungan agar kualitas udara tetap baik,” tambah Alim.
Menurut hasil analisis, kondisi kualitas udara Kota Gorontalo pada saat pemantauan belum menunjukkan pencemaran udara yang kritis. Namun, pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko akumulasi partikulat, khususnya PM2.5 dan PM10.
DLHK Provinsi Gorontalo akan terus mendorong pemantauan kualitas udara sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus menyediakan informasi bagi masyarakat. Dengan adanya data AQMS, kondisi udara dapat dipantau secara lebih terukur dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian terhadap potensi sumber pencemaran.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.