KPH I-II Gorontalo Barat Perkuat Patroli dan Edukasi Cegah Karhutla

T
Tim Redaksi
30 September 2026 • 2 min baca • 7x dilihat
KPH I-II Gorontalo Barat Perkuat Patroli dan Edukasi Cegah Karhutla

POHUWATO — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I-II Gorontalo Barat. Ditengah musim kemarau panjang, KPH meningkatkan patroli pengamanan sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran sejak dini.

Patroli pencegahan dan pengamanan Karhutla dilaksanakan di wilayah Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato. Kegiatan tersebut melibatkan pegawai KPH, Polisi Kehutanan, serta unsur TNI-Polri yang berada di wilayah setempat.

Kepala UPTD KPH I-II Gorontalo Barat, Abdul Kadir Alhasni, mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran dan melaporkannya sedini mungkin.

Selain melakukan patroli, KPH juga memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya pembakaran lahan serta pentingnya kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

“Pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran,” ujar Abdul Kadir.

Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang panjang menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga lebih mudah terbakar. Risiko tersebut dapat semakin meningkat apabila terdapat aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan api.

Di sejumlah wilayah, praktik tebang-bakar masih dilakukan sebagian petani tradisional karena dinilai lebih cepat dan tidak membutuhkan biaya besar. Karena itu, edukasi mengenai risiko penggunaan api dalam pembukaan lahan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.

KPH I-II Gorontalo Barat juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk mendukung respons awal sebelum api meluas.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi antara KPH, Polisi Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI-Polri, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat.

“Melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat, kami terus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kawasan hutan dan lingkungan, khususnya selama musim kemarau,” kata Abdul Kadir.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan seiring dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang, dengan puncak utama pada Oktober 2026.

Dengan meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, serta partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat ditekan. Perlindungan kawasan hutan pun tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat dari hutan dan lingkungan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melindunginya," pungkasnya.

Kata Kunci: #GorontaloMajuDanSejahtera #Gorontalo #Salamlestari

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.