Antisipasi Perubahan Iklim, KPH V Boalemo Jadikan Prakiraan Musim Hujan sebagai Acuan RHL

T
Tim Redaksi
06 October 2026 • 2 min baca • 4x dilihat
Antisipasi Perubahan Iklim, KPH V Boalemo Jadikan Prakiraan Musim Hujan sebagai Acuan RHL

BOALEMO β€” Perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya bergantung pada kesiapan bibit dan lokasi penanaman. Faktor iklim juga menjadi salah satu penentu keberhasilan tanaman tumbuh di lapangan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Boalemo, Provinsi Gorontalo, turut memperkuat basis perencanaan program kehutanan melalui pemanfaatan informasi prakiraan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hal itu ditunjukkan melalui keikutsertaan perwakilan UPTD KPH Wilayah V Boalemo dalam kegiatan Press Release Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh BMKG Stasiun Klimatologi Gorontalo tersebut diikuti oleh Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPH Wilayah V Boalemo, Yenni Rahmawaty.

Dalam paparannya, BMKG Stasiun Klimatologi Gorontalo menyampaikan sejumlah informasi penting terkait dinamika musim di Provinsi Gorontalo. Awal musim hujan 2026/2027 diprakirakan mulai berlangsung pada pertengahan November 2026, sementara puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026.

Selain itu, periode kering atau kemarau terdekat diproyeksikan terjadi pada Februari 2027. Informasi tersebut menjadi bahan penting bagi instansi teknis dalam menyusun berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Bagi UPTD KPH Wilayah V Boalemo, prakiraan musim tersebut memiliki arti strategis, terutama dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).

Penyesuaian jadwal penanaman dengan kondisi iklim dinilai penting untuk memastikan bibit yang ditanam memperoleh dukungan ketersediaan air yang memadai pada fase awal pertumbuhan. Dengan demikian, potensi keberhasilan tanaman dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi risiko kegagalan akibat kondisi cuaca yang tidak sesuai.

β€œInformasi prakiraan musim hujan ini menjadi acuan utama bagi kami. Penentuan jadwal penanaman bibit pohon dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan harus disesuaikan secara cermat dengan awal dan puncak musim hujan, agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman di lapangan dapat maksimal sekaligus meminimalisir risiko kegagalan akibat pergeseran iklim,” ujar Yenni.

Menurutnya, pemanfaatan informasi iklim merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketepatan perencanaan kegiatan kehutanan di lapangan. Data dan prakiraan musim dapat membantu menentukan waktu yang lebih tepat untuk pelaksanaan penanaman maupun kegiatan pendukung lainnya.

Keikutsertaan UPTD KPH Wilayah V Boalemo dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadikan informasi ilmiah sebagai salah satu dasar dalam pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Dengan mengacu pada dinamika musim yang dirilis BMKG, pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis di wilayah kerja UPTD KPH Wilayah V Boalemo diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, tepat waktu dan tepat sasaran, serta memberikan hasil yang optimal bagi pemulihan fungsi hutan dan lingkungan.

Kata Kunci: #GorontaloMajuDanSejahtera #Gorontalo #Salamlestari

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.