KPH VI Gorontalo Perkuat Kelembagaan KTH, Dorong Pengelolaan Perhutanan Sosial yang Mandiri dan Berkelanjutan
GORONTALO – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Gorontalo terus memperkuat kapasitas kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) pemegang persetujuan Perhutanan Sosial. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan KTH guna mendorong kelompok agar mampu mengelola kawasan hutan secara legal, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Kamis (29/10/2026), tersebut diikuti puluhan pengurus dan anggota KTH dari wilayah kerja KPH VI Gorontalo, khususnya Kecamatan Bilato, Tolangohula, dan Asparaga.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran UPTD KPH VI Gorontalo, Penyuluh Kehutanan, Pendamping Perhutanan Sosial, serta pemerintah desa terkait.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD KPH Wilayah VI Gorontalo, Wawan Salim menegaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan bagian dari komitmen KPH untuk memastikan kelompok penerima persetujuan Perhutanan Sosial dapat menjalankan pengelolaan hutan secara optimal. Menurutnya, keberhasilan program Perhutanan Sosial tidak cukup hanya ditandai dengan kepemilikan izin, tetapi juga harus diikuti kemampuan kelompok dalam mengelola kawasan dan mengembangkan usaha produktif.
"Setelah kemarin kita laksanakan di aula Auditorium UG, hari ini kita fokus jemput bola di Tolangohula. Tujuannya sama, KTH harus kuat kelembagaannya. Tertib administrasi, paham hak dan kewajiban, serta mampu menyusun rencana usaha. Ini kunci agar Perhutanan Sosial berhasil," tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, meliputi penguatan kelembagaan kelompok, pemahaman terhadap regulasi terbaru Perhutanan Sosial, penyusunan Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS), serta strategi pengembangan usaha berdasarkan potensi lokal.
Pengembangan usaha diarahkan pada pemanfaatan potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK), penerapan pola agroforestri, hingga pengembangan ekowisata. Berbagai potensi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara lestari.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu bentuk kebersamaan peserta ditunjukkan melalui salam lima jari bersama panitia, sebagai simbol komitmen terhadap lima pilar Perhutanan Sosial serta semangat menjaga kelestarian hutan.
Melalui kegiatan pendampingan yang dilaksanakan langsung di tingkat kecamatan, KPH VI Gorontalo berharap KTH di wilayah Resort I semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan Perhutanan Sosial.
Lebih dari itu, penguatan kelembagaan ini diharapkan mampu mendorong KTH berkembang menjadi kelompok yang mandiri, memiliki daya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program Perhutanan Sosial, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan di wilayah KPH VI Gorontalo.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.