Jemput Ratusan Bibit Produktif, KPH VI Gorontalo Perkuat Kesiapan KTH Tohupo Lestari Sukseskan FAPE PS 2026
KABUPATEN GORONTALO – Mendukung keberhasilan program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi dalam Perhutanan Sosial (FAPE PS) Tahun 2026, Penyuluh Kehutanan UPTD KPH Wilayah VI Gorontalo bersama pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Tohupo Lestari bergerak cepat menjemput ratusan bibit tanaman produktif di Persemaian Permanen Toyidito, Senin (12/10/2026).
Pengambilan bibit yang didominasi tanaman durian tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kegiatan penanaman di lahan kelola kelompok. Upaya ini sekaligus mendukung peningkatan tutupan lahan dan pengembangan agroforestri yang memberikan manfaat ekologis serta peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan wujud pendampingan Penyuluh Kehutanan KPH VI Gorontalo dalam mendorong kesiapan kelompok perhutanan sosial, mulai dari penyediaan bibit hingga pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan tanaman di lapangan.
Ketua KTH Tohupo Lestari, Riton AT. Hau, menyampaikan apresiasi kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) atas dukungan bibit yang diberikan, serta KPH VI Gorontalo yang terus mendampingi kelompok dalam pengelolaan lahan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Penyuluh Kehutanan KPH VI Gorontalo yang telah mendampingi kami. Bibit ini sangat bermanfaat untuk menambah tutupan lahan dan meningkatkan ekonomi anggota kelompok ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Kehutanan KPH VI Gorontalo, Rati P. Tammu, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pengambilan dan penyerahan bibit, tetapi berlanjut hingga proses penanaman dan pemeliharaan untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik.
“Demi menyukseskan FAPE PS, kami pastikan kelompok binaan kami siap. Hari ini kita jemput bibit di Toyidito, selanjutnya kita akan kawal penanamannya di lapangan. Ini adalah wujud nyata Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, KPH VI Gorontalo berharap KTH Tohupo Lestari semakin aktif dan mandiri dalam mengelola lahan perhutanan sosial. Pengembangan tanaman produktif diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekologis lahan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota kelompok secara berkelanjutan.
Kesiapan bibit dan keterlibatan aktif kelompok menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan FAPE PS Tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara penyuluh kehutanan dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan menyejahterakan.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.