Dorong Kemandirian Kelompok, KPH V Boalemo Petakan Potensi HHBK IUPHKm Pontolo Iloheluma
BOALEMO – Dalam upaya mendorong tata kelola kawasan perhutanan sosial yang efektif dan produktif, jajaran UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Boalemo melaksanakan kegiatan inventarisasi potensi di areal Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) Pontolo Iloheluma, Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.
Kawasan perhutanan sosial seluas 141 hektar tersebut memiliki potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dominan dan bernilai ekonomi tinggi. Dari hasil identifikasi di lapangan, komoditas utama yang tumbuh dan dikembangkan oleh masyarakat pengelola meliputi jambu mente, pala, dan kemiri.
Kegiatan inventarisasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yenni Rahmawati bersama Kepala Seksi Pengelolaan Hutan, Ridwan Bilalea beserta tim teknis UPTD KPH Wilayah V Boalemo.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yenni Rahmawati, menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program pendampingan perhutanan sosial berjalan secara terarah.
"Melalui inventarisasi ini, kami ingin memastikan jenis komoditas unggulan HHBK seperti jambu mente, pala, dan kemiri terdata secara akurat. Data ini menjadi acuan utama kami dalam menyesuaikan jenis bantuan dan target kegiatan dalam rangka Program Optimalisasi Areal Perhutanan Sosial," ujar Yenni.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Hutan, Ridwan Bilalea, menambahkan bahwa pemetaan potensi komoditas ini juga bertujuan untuk mendukung kelestarian fungsi kawasan hutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi kelompok masyarakat pengelola.
"Optimalisasi areal tidak hanya berfokus pada pemanfaatan hasil, tetapi juga bagaimana tata kelola kawasan tetap menjaga fungsi kelestarian hutan. Dengan potensi HHBK yang ada, kita dapat menyusun rencana pengelolaan yang tepat sasaran, mulai dari pemeliharaan, penanganan pascapanen, hingga pengembangan usahanya ke depan," jelas Ridwan.
Dengan terlaksananya kegiatan inventarisasi ini, diharapkan pengelolaan IUPHKm Pontolo Iloheluma di Desa Bubaa semakin optimal, transparan, dan dapat memberikan dampak kesejahteraan yang nyata serta berkelanjutan bagi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) pemegang izin.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.