Loading...
Kepala DLHK Provinsi Gorontalo Jadi Keynote Speaker Webinar Nasional Pengelolaan Sampah
2026-08-01
Kepala DLHK Provinsi Gorontalo Jadi Keynote Speaker Webinar Nasional Pengelolaan Sampah

GORONTALO - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Bambang Trihandoko, menjadi keynote speaker pada Webinar Nasional Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (INKALINDO), Sabtu (1/8/2026), melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema "Sampah Kita, Tanggung Jawab Bersama: Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Teluk Tomini", webinar ini menjadi wadah diskusi berbagai pemangku kepentingan dalam mencari solusi terhadap persoalan pengelolaan sampah yang semakin kompleks

Dalam paparannya, Bambang mengangkat materi "Capaian dan Tantangan Pengelolaan Sampah di Provinsi Gorontalo". Ia memaparkan berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui DLHK, sekaligus mengulas sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Webinar tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP INKALINDO, Poerni Sri Oetari, dan turut dihadiri Ketua DPW INKALINDO Gorontalo, Prof. Fitryane Lihawa. Selain Bambang Trihandoko, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, yakni CEO Tanggidaa Group Jamaludin Kadir, akademisi Prof. Sukirman Rahim, serta Sri Maryati.

Bambang menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media hingga masyarakat luas.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan utama dalam pengelolaan sampah, di antaranya aspek kebijakan dan kelembagaan, keterbatasan teknis dan infrastruktur, pembiayaan, sosial budaya, kualitas data dan sumber daya manusia, hingga dukungan pasar serta peran produsen dalam pengurangan sampah.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, DLHK Provinsi Gorontalo terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota melalui berbagai program lintas daerah. Selain itu, kemitraan dengan dunia usaha dan produsen terus didorong, disertai penguatan monitoring terhadap indikator kinerja pengelolaan sampah dan upaya pengurangan emisi.

Bambang menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan, bukan sekadar aktivitas membersihkan lingkungan.

"Dari komitmen menuju aksi nyata, pengelolaan sampah bukan sekadar kegiatan membersihkan sisa konsumsi, tetapi upaya menjaga kesehatan, melindungi sumber daya alam, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mewariskan lingkungan yang layak bagi generasi mendatang," tegas Bambang.

Melalui forum nasional tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi nyata yang mampu memperkuat ekosistem pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir Teluk Tomini, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar
Chat WhatsApp Museum